Tampilkan postingan dengan label favourite MOVIES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label favourite MOVIES. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2012

My Girlfriend is a Gumiho

*keluar dari tumpukan buku mat*
boong deng

sebenernya besok itu mau ulangan mat.. tapi sampe skr gaada mood belas buat belajar... yaudah ngeblog ajaaa

sebenernya udah lama sih nonton ini drama... tapi masih seneng ngulang2 ajaa..
apa lagi pas bagian sedih sedihnyaa..

nega norang tallado.. *bahasa korea versi gue muehaehuahue..*


review dikit yak
jadi tuh ini ceritanya tentang seekor makhluk bernama gumiho (shin min ah).. semacam makhluk mitos dikorea sana.. di mitosnya dia itu rubah berekor sembilan, yang kalo dalam wujud manusianya itu cantiiiik banget dan bisa memikat pria... naaah gara-gara ibu2 disana itu sebel soalnya jadi banyak cowok yang ga kerja, males, dan terpikat sama dia jadilah mereka menebar rumor kalo gumiho itu sukanya makan hati manusia, jadilah waktu nenek sam shin (pencipta gumiho) mau nyariin suami buat dia gaada yang mau... sampe akhirnya dia dikurung didalem lukisan hampir selama 500tahun


naah.. ada cowok, namanya cha dae woong (lee seung gi) dia itu cucunya orang kaya raya, punya bibi 1... udah tua tapi gak nikah2.. yah disini juga diceritain gimana tantenya dae woong akhirnya nikah sama sutradara filmnya dae woong, balik lagi ke dae woong, si dae woong ini punya cita-cita jadi aktor terkenal, tapi gara2 sifatnya yang urakan dan nakal kakeknya mau bawa dia ke sekolah militer gitu, diperjalanan dia melarikan diri dan nyampe ke kuil samshin... gara2 dikerjain sama miho akhirnya dia mau gambar 9 ekor dilukisannya sampe akhirnya miho berhasil menjadi makhluk yang nyata,

miho yang udah bebas membantu dae woong dengan cara memberikan kristal rubah yang ada dalam dirinya ke dae woong yang terluka parah gara2 jatuh ditebing... kehidupanpun dimulai, miho yang baru mengenal dunia yang udah beda sejak 500tahun lalu selalu mengikuti daewoong, dan gara2 film yang akan segera dibintanginya dae woong tetap membutuhkan kristal rubah itu, dan mereka membuat perjanjian selama seratus hari, dae woong harus mau menjaga kristal itu, dan dalam seratus hari harus mengembalikannya lagi ke miho tanpa mereka berdua ketahui, mereka harus memilih, siapa yang harus meninggal...

miho ingin menjadi manusia, ia dibantu oleh park dong ju, yang memiliki masa lalu bersama gil dal, yang wajahnya sangat mirip dengan miho. namun, dong ju sengaja gak ngasih tau miho bahwa untuk jadi manusia dia harus milih salah satu antara dia atau dae woong yang mati, dong ju gak mau kalo sampe miho kayak gildal.. lebih milih mati dari pada liat orang yang mereka cintai mati...

akhirnya kehidupan dijalani, mereka jadi sama2 suka, dan memutuskan untuk mengembalikan kristal itu pas hari ke 50 persis, setelah mereka tau bahwa pada akhirnya salah stu dari mereka harus mati, dan setelah yang ke 4 kali nonton gue baru ngeh kalo itu nyambung sama umurnya dae woong, misalnya umurnya dae woong nyampe 120thn berarti gara2 setengahnya udah kemakan kristal itu jadi tinggal setengahnya gitu...

yaaah endingnya nonton sendiri yak.. panjang ceritanyaa :p

foto faforit niiih...
nikahannya bibinya dae woong
 yang keren sih ya pas sosweet sama sedih2nyaa.. waktu dae woong ninggalin miho diatas kapal, padahal miho takut banget sama air, waktu dae woong akhirnya ngaku kalo dia suka sama miho

miho ya.. johaae.. neomu johaae..

miho ditinggal dikapal
waktu hari ke 100.. mihonya ilaang





Senin, 26 Desember 2011

Review Garuda di Dadaku 2

nyambung dari preview garuda di dadaku
naaaah setelah itu 2 tahun kemudian dibuatlah film Garuda Di Dadaku 2

menurut gue pribadi film ini tuh ngegambarin sepak bola indonesia banget
ceritain intinya ya
intinya tuh si bayu kan udah masuk timnas, ada kejuaraaan namanya Asean Cup nah sebagai seorang anak berumur 15 tahun tentu hidupnya gak cuma diisi dengan kerja sebagai pemain sepak bola dong. dia masih harus sekolah, dia punya keluarga, dia punya temen. disinilah masalah mulai timbul. dia mulai mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak. 

Di rumah, ibunya (Maudy Koesnaedi) sedang dekat dengan seorang rekan kerjanya (Rendy Khrisna), dan beberapakali secara tidak sengaja memperlihatkan kemesraannya di depan Bayu, tentu sebagai seorang anak yang masih kecil Bayu merasa tidak suka dan risih, ditambah lagi perhatian ibunya yang mulai terpecah dengan pekerjaannya yang semakin padat samapai2 tidak sempat menonton pertandingan bayu membuat bayu semakin berang

Lalu disekolah, Meskipun bayu seorang kapten timnas, nilai pelajaran disekolah tetap harus dikejarnya, dia berusaha menyeimbangkan antara pelajaran dan latihan. suatu ketika ada sebuah tugas kelompok yang dikerjakan sebagai pengganti nilai akhir. disini kelompok bayu diketuai oleh seorang anak perempuan yang tegas bernama Anya (Monica Sayangbati), yang sebenernya dia peduli tentang kehidupannya bayu sebagai seorang kapten Timnas, tapi dia juga gak mau berbuat gak adil terhadap anggota kelompok yang lain sehingga bayu tetap harus bekerja sesuai porsinya meskipun ia sibuk berlatih untuk persiapan Asean Cup.

sedangkan didalam tubuh pemain timnas sendiri, ada seorang pemain baru yang bernama Yusuf (Muhammad Ali) yang tiba-tiba hadir sebagai Rising Star yang langsung membuat perhatian masyarakat Indonesia tertuju padanya. serta sahabat nya, Heri (Aldo Tansani) yang mulai dekat dengan Yusuf membuat Bayu cemburu dan semakin memecah konsentrasinya.



banyak banget hal-hal di film ini yang menurut gue pribadi mirip banget sama ceritanya sepak bola indonesia waktu piala AFF... dimana bintang baru yaitu Irfan Bachdim (yang menurut gue diperankan Yusuf) hadir gitu aja menarik perhatian publik indonesia. sedang sang kapten, bambang pamungkas (Bayu) dituntut publik unutk terus menghasilkan gol, kalo tampil jelek dikit aja langsung dihina hina. lalu pengurus yang memang difilm itu diperankan ingin ikut campur urusan pelatih dan berkata "kamu itu digaji oleh kami, para pengurus jadi hak kami untuk ikut campur urusan kamu" (gue lupa yang lebih tepatnya tapi intinya gitu) pssi banget gak sih? terus pelatihnya, Alfred Riedl (pak Wisnu) pelatih baru yang memiliki pola latihan yang berbeda dan khas persis seperti alfred Rield yang tegas, dicontohkan dalam film, ketika ada wawancara di ruang pemain pak Wisnu langsung dengan tegas menyuruh semua awak media keluar. 

yang berbeda disini tentu sikap bayu dan Bepe dalam menghadapi masalah seperti ini, bayu pada awalnya lebih memikikan dirinya sendiri dan beban kaptennya. dia lebih ingin bermain dan bukan memperhatikan keadaan timnya. ini yang membuat ban kaptennya dilepas oleh pak wisnu dan diberikan ke temannya yang lain. kalo Bepe sendiri, seperti yang gue baca di blognya dia gak pernah ingin meninggalkan timnya selama ia masih terus dipanggil oleh pelatih timnas. meskipun masyarakat mulai mengeluarkan cemooh2nya berdasarkan permainan bepe yang semakin menurun dia tidak ingin melepaskan tanggung jawabnya demi image pribadi, gue pribadi salut banget kita punya kapten sebijaksana ini... dan tentu soal irfan bachdim, tentu saja antara mereka sendiri tidak ada konflik atau apapun, justru masy. yang membuatnya seperti ada suatu persaingan antara mereka. disaat AFF Bepe hampir selalu duduk dibangku cadangan padahal dia memasuki lapangan sebelum bertanding sebagai kapten.

ini kutipan dari blognya bepe
"Masa depan saya di tim nasional, bukan berada di tangan rekan-rekan wartawan, bukan berada di tangan para suporter di luar sana, bukan di tangan komentator di TV-TV sana, bukan juga di tangan Ketua Umum PSSI Bpk Djohar Arifin. Masa depan saya di tim nasional berada di tangan pelatih tim nasional, siapapun nantinya yang akan menjabat sebagai pelatih tim nasional Indonesia. Ketika pelatih berkata "Bambang terima kasih atas kerja samanya, saya tidak membutuhkan tenaga kamu lagi", maka dengan sendirinya karir saya di tim nasional akan selesai saat itu juga. Sesederhana itu bukan..??
Akan tetapi sebaliknya, jika pelatih tim nasional masih memanggil dan membutuhkan tenaga saya, maka sudah menjadi kewajiban saya untuk memenuhi panggilan tersebut dan tidak alasan bagi saya untuk menolaknya. Ini bukan karena serakah atau tidak tahu diri, akan tetapi hal tersebut lebih kepada apresiasi tinggi dan tanggung jawab moral saya terhadap sebuah profesi yang telah membesarkan nama saya dan membuat saya dapat berada di tempat dimana saya berdiri saat ini"..

dari film ini banyak banget hal-hal yang bisa kita tarik, dan kita sadarai tentang sepak bola indonesia, seperti yang sudah saya twitkan di akun twitter saya










eh tapi inikan keliatan gue kayak gak suka gitu ya sama pendatang baru semacam Irfan Bachdim, Gonzalez ataupun Yusuf, sumpah deh, suer deh enggak... yang gue gak suka itu pandangan masyarakat Indonesia yang suka seenaknya menilai orang... yang langsung suka mereka gara2 ganteng, itu gak fair banget tauk. 

yak sekian review dari sayaaaa 
selamat menikmati :)

review Garuda Di Dadaku




garuda di dadaku itu film tentang seorang anak dari keluarga sederhana yang pingin banget masuk tim nasional. anak itu bernama bayu (Emir Mahira). dia ingin menjadi pemain sebak bola, dan juga bermain untuk indonesia tentunya seperti idolanya, Bambang Pamugkas. bukan hanya masalah dana, tapi juga tentang masa lalu ayahnya yang menjadi pemain sepak bola. ayah bayu dulu adalah pemain sepakbola yang hebat. namun ia harus gantung sepatu lebih awal dari yang lain karena cedera yang dialaminya. 

setelah berhenti sebagai pesepakbola ayah bayu bekerja sebagai supir taksi. dan suatu hari trjadi kecelakaan dan membuat ayah bayu meninggal. tentu saja itu membuat kakek bayu (Ikranagara) menjadi benci terhadap sepak bola. baginya sepak bola itu tidak menjamin masa depan, suram, tidak ada gunanya. kakek bayu pun memaksa bayu untuk  mengikuti berbagai kegiatan yang menurutnya lebih bermanfaat seperti les pelajaran, les lukis, les musik danlainlain. karena minatnya yang sangat besar terhadap sepak bola bayu dengan sembunyi2 masuk ke sebuah SSB besar. 

intinya sih akhirnya kakeknya tau kalo si bayu itu diam2 bermain sepak bola yang padahal hal itu sangat dibencinya. padahal saat si kakek tau itu pas banget sama waktu diterimanya bayu jadi pemain timnas junior. akhirnya kakeknya masuk rumah sakit. bayu pun membuang semua mimpi dan harapannya terhadap sepak bola. dia juga jadi berantem sama sahabatnya, heri (Aldo Tansani) dan Zahra (Marsha Aruan) yang udah bantuin dia dari awal. sahabatnya itu sama juga suka bola, dia dari keluarga yang sangaaat kaya tapi sayangnya dia lumpuh. sehingga dia yang terus mendukung bayu agar mau bermain sepak bola terus. akhirnya kakeknya sadar kalau kebenciannya terhadap sepak bola itu menghambat kebahagiaan bayu, cucunya. akhirnya boleh deh si Bayu main sepak bola :)